Raisa menjadi serba salah. Semakin banyak lagu yang ia mainkan, maka semakin banyak pula cerca yang akan ia terima. Akhirnya, wanita sensitif tersebut beserta ben pengiringnya hanya memainkan 4 lagu, memangkas dari setlist seharusnya. Tidak seperti ben pembuka sebelumnya, SANTAMONICA justru tampil lebih lama. Boleh jadi ini semua akibat keteledoran pomoter MP Enter karena tak pernah mencantumkan akan ada opening acts di setiap promosi show kedua Lenka di Jakarta pada 5 Oktober 2011.
Sebelumnya, Lenka pernah tampil di salah satu festival musik ibu kota pada 2009. Saat itu, wanita cantik yang berdarah Ceko ini baru memiliki satu album dan namanya belum familiar. Kini, Lenka hadir kembali dalam kemasan show tunggal untuk mempromosikan album keduanya yang bertitel “Two” (Dua) dan tentunya dengan popularitas yang berbeda. Mungkin alasan itu juga yang membuat kenapa tiket konser Lenka kali ini menjadi lebih mahal (On the spot: Rp 450.000,- / Presale: Rp 350.000,-) —tiga kali lipat dari harga tiket show terdahulunya. Bahkan, berdasarkan rilis press terakhir yang kami terima, kabarnya tiket konser acara ini sold out. Untungnya, sebagai media kami tidak terpengaruh. Nyatanya, ruangan Skeenoo malam itu masih terlihat lenggang sepertiga dari kapasitas.
Suara detak jantung dari single pertama album terbaru, ‘Heart Skips a Beat’ membuka pertunjukan Lenka. Pun, lagu ‘Roll With a Punches’ menyusul di urutan kedua. Selain serba kedua, Lenka kali ini juga tampil berbadan dua. Yap, Lenka tengah mengandung bayi pertamanya —“There's two of me on stage tonight,” katanya.
Nyaris setiap lagu yang ia mainkan didedikasikan untuk si jabang bayi. Meski tampil di depan orang banyak, Lenka terkesan bermain untuk dirinya sendiri dan janin dalam kandungan. Ia juga terlihat cuek walau sempat lupa lirik saat bernyanyi di sebuah lagu.
Jika pengaruh elektrik lebih kental dalam album pop kedua Lenka, seharusnya ia tampil lebih enerjik secara performa. Namun, pada show malam itu atmosfirnya tetap terasa santai, selain karena ia hamil. Bersama keempat musisi pengiring, Lenka mengemas beberapa lagunya dalam versi akustik atau akapela. Maka, kami pun tak mendapati ‘Shock Me Into Love’ yang danceable dari album barunya itu.
Setelah melewati 15 lagu [lihat urutannya di bawah-red], audiens akhirnya berteriak meminta lagu ‘The Show’ —yang menjadi tembang klimaks malam itu. Lenka pun menekankan agar seluruh penonton menyanyikan bagian “I want my money back” dari lagu tersebut. Tentu itu bukan maksud sebenarnya —“Of course this is metaphor joke,” katanya. “We're not being seriously right now.” Tak lain itu semua hanyalah bait untuk disenandungkan bersama. Kalau saja ulah penonton menjadi seperti kisah di awal paragraf, pasti konser ini sudah kacau balau.




